Rabu, 30 September 2015

Tugas 4

1.Gambarkan struktur fisher dari isomer :
     a. L - aldoheksosa
     b. L - ketoheksosa

2. Gambarkan struktur Howward dari isomer :
     a. Beta - L - aldoheksosa
     b. Beta - L - ketoheksosa



Jawab :


1.  A. L - aldoheksosa

A.1 L - allosa


A.2 L - altrosa




A.3 L - glukosa


A.4 L - gulosa


A.5 L - manosa



A.6 L - galaktosa


A.7 L - idosa


A.8 L - talosa


B. L - ketoheksosa

B.1 L - psikosa


B.2 L - fruktosa


B.3 L - sorbosa


B.4 L - tagatosa



2.   A. β - L - aldoheksosa


A.1 β - L - allosa



A.2 β - L - altrosa



A.3 β - L - glukosa



A.4 β - L - gulosa



A.5 β - L - manosa



A.6 β - L - galaktosa



A.7 β - L - idosa



A.8 β - L - talosa



B. β - L - ketoheksosa


B.1 β - L - psikosa



B.2 β - L - fruktosa



B.3 β - L - sorbosa



B.4 β - L - tagatosa

Selasa, 01 September 2015

Tugas 3

Minyak Ikan berasal dari jaringan pada jenis ikan tertentu yang berminyak, awalnya minyak ikan diambil dari lemak ikan paus, lalu minyak tersebut juga diambil dari ikan dan binatang laut lainnya. Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3, eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan prekursor untuk eicosanoids yang bisa mengurangi peradangan diseluruh tubuh.
  • Sejarah Minyak Ikan

Minyak ikan yang terbuat dari hati ikan cod merupakan salahsatu jenis minyak ikan yang sudah digunakan selama ratusan tahun. Masyarakan yang tidak mampu di Inggris bagian utara, Skotlandia, IRlandia, eropa bagian utara, Islandia dan Newfoundland memberikan minyak hari ikan cod untuk hewan ternak mereka, tapi setelah mereka melihat bahwa minyak ikan membuat hewan terna begitu sehat, dari situlah akhirnya mulai mengkonsumsi minyak ikan untuk mereka sendiri.
Para nelayan sering menggunakan minyak ikan untuk digosokkan pada kulit dan sendi yang terasa nyeri, mereka juga mengkonsumsi minyak ikan untuk melawan pilek dan flu ketika berada dilaut.
Minyak Ikan memiliki kandungan asam lemak sebagai berikut : 
  • Asam Lemak Omega-3
ASAM lemak omega−3 (ω−3) adalah lemak-lemak yang umumnya dijumpai dalam minyak perairan dan minyak nabati. Asam lemak omega-3 adalah asam lemak politakjenuh dengan sebuah ikatan rangkap-dua (C=C) dimulai setelah atom karbon ketiga dari salah satu ujung rantai karbonya. Asam lemak ini mempunyai dua ujung—salah satu ujungnya adalah asam (COOH) dan ujung yang lain adalah metil (CH3). Lokasi ikatan rangkap-dua pertama adalah berlawanan dari ujung metilnya, yang juga dikenal sebagai ujung omega (ω) atau ujung n.
Dampak kesehatan dari suplemen asam lemak omega-3 adalah kontroversial. Asam lemak ini dianggap asam lemak esensial, yang berarti bahwa asam lemak ini tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia tetapi sangat penting untuk metabolisme normal. Meskipun mamalia tidak dapat mensintesis asam lemak omega-3, namun memiliki kemampuan terbatas untuk membentuk rantai panjang asam lemak omega-3 termasuk asam eikosapentaenoat (EPA, 20 karbon dan 5 ikatan rangkap), asam dokosaheksaenoat (DHA, 22 karbon dengan 6 ikatan rangkap) dan α-linolenat (ALA, 18 karbon dengan 3 ikatan rangkap).
Sumber-sumber umum dari asam lemak n-3 meliputi minyak ikan, minyak alga, minyak cumi-cumi dan beberapa minyak tanaman seperti minyak echium dan minyak biji rami. Juga jangan lupa, ceker ayam banyak mengandung asam lemak omega-3 ini.
  • Asam Eikosapentnoat

Asam eikosapentanoat atau eicosapentanoic acid (EPA) merupakan salah satu asam lemak omega-3 esensial.[1]Asam eikosapentanoat disebut juga asam timnodonat.[1]Berdasarkan struktur kimianya, asam eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan lima ikatan ganda cis(Collins, 2010).[1]


Asam eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang penting dalam metabolisme.Asam lemak ini memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, pencernaan, dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal dkk,2005). Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular,kankeralzheimer, dan schizofrenia.Sebagai lemak esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220 mg per harinya (Boelsma dkk,2001).[3] Akan tetapi, karena manusia tidak mampu memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses elongasi dan denaturasi rantai asam lemak yang lebih pendek, maka untuk mencukupi kebutuhan asam lemak ini peru dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. 

  • Asam Linolenat 
Asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acid, PUFA) yang tersusun dari rantai 18 atom karbon. Salah satu isomer asam linolenat, asam α-linolenat (ALA), adalah asam lemak Omega-3 yang dikenal memiliki khasiat lebih daripada asam-asam lemak lain, khususnya dalam mencegah rusaknya membran sel. Asam α-linolenat nabati dapat diperoleh misalnya dari minyak biji flax (Linum usitatissimum) (55%), biji ganja (Cannabis sativa) (20%), dan biji raps(Brassica napus) (9%). Asam lemak ini juga merupakan prekursor asam lemak Omega-3 lain yang dijumpai pada tubuh manusia: asam eikosapentaenoat (EPA), dan asam dokosaheksaenoat (DHA) yang berguna untuk mencegah Alzheimer.[1]Asam linolenat merupakan asam lemak esensial, yaitu asam lemak yang tidak dapat dibentuk dalam tubuh, sehingga harus dikonsumsi melalui makanan (Harrison, 2006). Asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid, PUFA) rantai lurus yang tersusun dari 18 atom karbon. Memiliki dua bentuk isomer, yaitu α-linolenic acid (ALA)dan γ-linolenic acid (GLA), yang keduanya memiliki kerangka karbon mengandung ikatan rangkap yang belum terkonjugasi. Secara IUPAC nama struktur kimia dari ALA adalah asam 9,12,15-oktadekatrienoat.

Asam α-linolenat (ALA), adalah asam lemak omega-3 yang dikenal memiliki khasiat lebih daripada asam-asam lemak lain, khususnya dalam mencegah rusaknya membran sel. Selain berguna untuk pertumbuhan normal, omega 3 juga mempunyai peranan yang kritis dalam pembentukan dan pertumbuhan fungsi otak. Penelitian yang lebih mendalam juga menemukan bahwa asam lemak omega 3 bisa mengurangi pembengkakan dan membantu mencegah beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung dan arthritis (Muhsin, 2007). 
  • Asam Dokoheksanoat
Asam dokosaheksaenoat (juga sering dikenal sebagai DHA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3, yang banyak dijumpai di otak dan retina mata, sehingga sangat penting untuk fungsi penglihatan. DHA dibuat dari senyawa induknya yaitu asam linolenat atau ada yang menyebutnya sebagai ALA (alpha linolenic acid).
Sebelum menjadi DHA, ALA akan diubah dulu menjadi eicosapentaenoic acid (EPA). Hampir semua merk susu formula yang kucatat menambahkan pula asam linolenat atau omega-3 ini dalam komposisinya, dalam berbagai variasi kadar. Perbandingan antara omega-3 : omega-6 rata-rata 1: 8-10. Sedangkan untuk DHA, sebagian besar merk susu menambahkan DHA disamping omega-3 itu sendiri